Ahok Soroti Cara Pemerintah Melihat Kemiskinan: Jangan Hanya Percaya Angka di Atas Kertas
JAKARTA — Masalah kemiskinan dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan melihat angka statistik dan laporan pemerintah. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menilai pemerintah perlu turun langsung melihat kondisi masyarakat agar kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
Dalam pembahasan yang beredar pada Kamis, 3 September 2026, Ahok menyoroti pentingnya pemerintah memahami persoalan masyarakat dari kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, angka kemiskinan dalam laporan resmi tidak selalu mampu menggambarkan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat. Di balik angka tersebut terdapat keluarga yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari pangan, pendidikan, kesehatan hingga biaya hidup lainnya.
Kebijakan yang terlihat bagus di atas kertas belum tentu terasa manfaatnya bagi rakyat.
Karena itu, pemerintah dinilai tidak boleh hanya berpegang pada data administratif. Pemerintah perlu memastikan apakah bantuan dan berbagai program yang digulirkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program dengan anggaran besar sekalipun dapat kehilangan makna apabila masyarakat di tingkat bawah masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Persoalan tersebut juga menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang lebih konkret. Pemerintah harus mengetahui persoalan masyarakat secara langsung, bukan sekadar mengandalkan laporan dari meja birokrasi.
Rakyat tidak hidup dari angka statistik. Rakyat hidup dari penghasilan, harga kebutuhan pokok, pekerjaan, akses pendidikan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarganya.
Pandangan Ahok tersebut kembali membuka pertanyaan mengenai efektivitas berbagai program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan.
Apakah program yang selama ini dibuat benar-benar menyelesaikan persoalan?
Atau justru pemerintah terlalu sibuk mengejar angka keberhasilan dalam laporan, sementara masyarakat masih merasakan beratnya kehidupan sehari-hari?
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kebijakan bukan hanya seberapa bagus program tersebut tertulis dalam dokumen pemerintah.
Ukuran sebenarnya adalah apakah masyarakat yang paling membutuhkan benar-benar merasakan perubahan dalam kehidupannya.